02 November 2011

Aku mengenangmu. Kamu?

original pict. from here
30 Maret 2010
aku tak bisa berhenti untuk tidak terjaga, hingga kuputuskan untuk memburu bayangmu berpacu bersama penaku.

Diza,
masih kah kau menerima tulisan-tulisanku? masih kah kau membacanya? karena di ketiga balasan terakhir yang kaukirimkan padaku tak ada tanda kecupmu atau sekedar bubuhan parafmu yang kau akhiri dengan bentuk hati. ada kah kau mengenang setiap bait puisi-puisi amatir yang dulu selallu membuatmu tersipu, menikmati guyuran gerimis sepulang sekolah. atau mungkin semuanya hanya berlalu sepintas dalam memori jangka pendekmu yang bahkan no.polisi impuls terakhir pun kau tak mengingatnya. semoga itu hanya karena gincumu yang habis, dan pulpenmu yang macet. hihihi...

pernah sekali aku berhasrat ingin menemuimu, menapikan malam yang muram. Tapi aku ragu Diza, aku ragu kau akan masih mengenaliku dibalik cekungan dibawah mataku. aku takut kau malah tak akan pernah membalas surat-suratku lagi. Jadi kuputuskan untuk hanya tetap memandangi potret kenanganmu yang tersenyum setengah terkekeh saat kuberikan lipstik untuk hari jadimu. aku pun memerah saat itu.

Dizaku,
masih kah kau mengenangku dengan lebih dari sekedar kenangan??
karena jika harus jujur, mantiq tak mampu lagi memenjarakan kegilaanku yang liar....

Untukmu selalu,
Pengenangmu...

1 comment:

socafahreza's blog mengatakan...

wah itu curahan hati yang mendalam :)..

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.