31 Mei 2012

DIA

Akhirnya hari itu kudapati Dia sedang bercengkrerama dengan senyum tipisnya sendiri dan matanya yang mungil-mungil. Menertawai senja yang belum juga mampir untuk menitip rona. Tak ada renda, tak ada motif, tak juga warni, hanya seragam biru yang menyeru. Lalu bulir peluh. Mengkilat dijilat surya.

Akhirnya hari itu kulihat Dia. tersenyum lagi. Aku membalas. Senyum kami mengait. satu detik, dua detik, Ah aku kalah. Senyumnya makin lebar, merayakana kemenangan. Aku menyebut nama, "Rara?" Dia mengangguk sekali. Kemudian, bayangannya mengajak pulang, memburu waktu, mengejar malam.

Hari itu Dia menjatuhkan senyumnya...

0 comment:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.