1 November 2011
Suatu ketika, aku menanyai diriku, apa hal yang masih bisa kuingat tentang November? Dan jawabannya tidak singkat.
***
Aku
tak pernah lupa pada awal bulan-bulan yang sama, November, di
tahun-tahun sebelumnya, dimana mega pagi akan selalu ditemani rona
amarilis-amarilis jingga yang bermekaran dan embun fajar yang membeku.
Lalu aku akan berhenti menemani bayang-bayangku tentang dirimu untuk
menghidupi kenyataan. Dan pagi awal November menjadi benang merah yang
mempertemukanku dengan diriku, mempertemukan aku dengan kau,
mempertemukan kita dengan tawa.
Aku tak bisa lupa tentang
siangnya yang tak pernah menyimpan terik. siang hanya selalu menjadi
awal kita melapas canda. Lalu hujan renyai berjatuhan mencercah bumi,
menghamburkan manusia, dan seketika kita menjadi pemilik dunia di jalan
yang selalu sama, selalu basah, selalu berdua. kita selalu menari
dibawah hujan. Maka selalu ada udara yang menjadi basah dalam hembusan
nafasmu. Selalu ada senyum yang menghangat disela gigi kita yang
bergemeretak dingin. Selalu ada jemari bekumu yang mengikat erat
tanganku. Ah, bagaimana aku bisa lupa pada sesuatu yang telah menjadi
“selalu”?
Aku tak mungkin lupa akan kegetiran yang dibawa
sang sandiakala dibalik keagungannya. Ada rasa bahagia telah bisa
melewati satu hari lagi di sela jarimu yang segera disusul
kesedih-pahitan dan ketakut-perihan kehilangan. Seperti menikmati
brownies berisi pare. Seperti penerjun payung yang pada akhirnya
menyadari parasutnya tak mau terbuka. Seperti luka yang kehilangan
anastesinya.
***
Kau tahu, bulan November
tahun ini masih ada pagi yang teja. Masih ada amarilis jingga yang juga
masih mau merekah di halaman rumahku. Masih ada hujan yang siang-siang
dan dunia masih berhamburan karenanya. lalu sandiakala, yang tak pernah
alpa bahkan jika itu bukan November. Lalu menurutmu, apa yang bisa
membuatku lupa? Ah, barangkali kau mencuri kata “lupa”-ku sebelum pergi.
Tahun
ini masih punya November, sayang. Entah tahun-tahun berikutnya jika kau
mengembalikan “lupa”-ku. Sampai saat itu tiba, pada akhirnya yang bisa
kutanyakan adalah, hal apa yang bisa kulupakan tentang November, tentang
dirimu?
Read More